Pelaksanaan Program Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Kabupaten Karawang

Andi Leny Susyanty, Heny Lestary, Raharni Raharni

Abstract


Abstract

One of the Ministry of Health efforts to support the decrease of maternal and child deaths rates is optimizing the handling of Obstetrics and Neonatal Emergency /complications at the level of basic services through the Basic Emergency Obstetric Neonatal Care (BEONC). A study was done in Karawang in 2014 to obtain input dan output from the implementation of the BEONC program and it’s financing from secondary data and policy. There has been an increase of budget of the construction of health centers which were capable of being BEONC since 2011, but it was not sufficient for the completeness of infrastructure and trained personnel .The increasing number of health centers capable of being BEONC was accompanied by increased number of handling of pregnant women and postpartum mothers at health centers. However, there were some authorities that have not been executed as to comply with the BEONC guidelines.. Financing of health centers capable of being BEONC should be allocated to meet the needs of health centers’ infrastructures and skilled personnel, so that they can run the appropriate implementation of BEONC Guidelines.

Keywords: BEONC, financing, health center

Abstrak

Salah satu upaya Kementerian Kesehatan dalam mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Neonatal adalah melakukan optimalisasi penanganan Obstetri dan Neonatal emergensi/komplikasi di tingkat pelayanan dasar melalui Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Kajian ini dilakukan di Kabupaten Karawang pada tahun 2014 untuk memperoleh masukan dan luaran pelaksanaan program PONED dan pembiayaannya. Penelusuran dokumen dan observasi dilakukan di puskesmas PONED. Hasil kajian menunjukkan peningkatan biaya pembangunan puskesmas mampu PONED sejak tahun 2011 sampai 2013, namun tidak diimbangi dengan kelengkapan sarana prasarana dan tenaga terlatih. Peningkatan jumlah Puskesmas mampu PONED juga diiringi dengan meningkatnya penanganan ibu hamil dan ibu nifas di Puskesmas mampu PONED, namun masih ada beberapa kewenangan Puskesmas PONED yang belum dijalankan sesuai Pedoman Penyelenggaraan Puskesmas Mampu PONED. Pembiayaan puskesmas mampu PONED seharusnya dialokasikan untuk memenuhi prasarana puskesmas mampu PONED dan kompetensi petugas PONED sehingga dapat menjalankan kewenangan sesuai Pedoman Penyelenggaraan Puskesmas Mampu PONED.

Kata kunci :PONED, pembiayaan, puskesmas


Keywords


Cost, Output, BEmONC

References


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019. 2015; Available from: http:// www.depkes.go.id/article/view/15011700003/ demam-berdarah-biasanya-mulai-meningkatdi- januari.html.akses tgl.

Badan Pusat Statistik, Badan Koordinasi Keluarga Berencanan Nasional, Departemen Kesehatan, Macro International. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012. Jakarta: BPS;2013.

Alisjahbana A, Tuwo LD, Murniningtyas E, Al. E. Peta Jalan Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium di Indonesia. s.l:s.n;2010.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Penyelenggaraan Puskesmas Mampu PONED. Jakarta:Kementerian Kesehatan RI;2013.

Handayani S. Analisis Pelaksanaan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas PONED Kabupaten Kendal. Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Kesehatan. 2012;102–18.

Sri Rahayu Y. Kebijakan dan Pelaksanaan Puskesmas PONED di Kabupaten Karawang. Disampaikan dalam Workshop Kajian Analisia Biaya dan Manfaat Pelaksanaan PONED di Puskesmas Tanggal 24 September 2014. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2014.

Achmad ZA. Peran Puskesmas PONED dalam Penanganan Kasus Obstetri dan Neonatal Emergensi di Tingkat Pelayanan Dasar. Disampaikan dalam Workshop Kajian Analisia Biaya dan Manfaat Pelaksanaan PONED di Puskesmas Tanggal 24 September 2014. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2014.

Mujiati, Lestary H, Laelasari E. Kesiapan Puskesmas PONED di Lima Regional Indonesia. Media Litbangkes. 2014;24(1):36–41.

Kismoyo, Christina Pernatun; Hakimi, Muhammad; Hasanbasri M. Benarkah Puskesmas PONED Efektif Kebijakan Kesehatan Indonesia. 2013;02(01):11–9.

Qibthiyyah RM, Sidik, Machfud; Masrizal M. Pengelolaan DAK : Kondisi dan Strategi Ke depan. Simanjuntak RA, Handra H, editors. Jakarta: Direktorat Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan RI dan AIPD; 2013.

Renaudin P, Prual a., Vangeenderhuysen C, Ould Abdelkader M, Ould Mohamed Vall M, Ould El Joud D. Ensuring financial access to emergency obstetric care: Three years of experience with Obstetric Risk Insurance in Nouakchott, Mauritania. Int J Gynecol Obstet. 2007;99(2):183–90.

Pasha O, Goldenberg RL, McClure EM, Saleem S, Goudar SS, Althabe F, et al. Communities, birth attendants and health facilities: a continuum of emergency maternal and newborn care (the Global Network’s EmONC trial). BMC Pregnancy Childbirth [Internet]. 2010;10(1):82. Available from: http://www.pubmedcentral.nih. gov/articlerender.fcgi?artid=3017016&tool=pm centrez&rendertype=abstract.akses tgl.

Indonesia, Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Rencana Aksi Nasional Pelayanan Keluarga Berencana 2014-2015.Jakarta : Kementerian Kesehatan; 2015: 1-12 p.

Djasri H, Trisnantoro L, Zaenab SN. Penggunaan data kematian “absolut” untuk memicu penurunan kematian ibu dan bayi di kabupaten/kota. Pus Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM [Internet]. 2013; Available from: www.kesehatan-ibu anak.net

Kongnyuy EJ, Hofman J, Mlava G, Mhango C, Broek N. Availability, utilisation and quality of basic and comprehensive emergency obstetric care services in Malawi. Matern Child Health J. 2009;13(5):687–94.

Erim DO, Kolapo UM, Resch SC. A rapid assessment of the availability and use of obstetric care in nigerian healthcare facilities. PLoS One. 2012;7(6).

Indrasanto E. Neonatal Services : Problems in Indonesia and How to Manage It. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2014.

Kaslam P. Pelaksanaan Puskesmas PONED Biaya serta Penguatan yang Dibutuhkan dan Manfaat yang diperoleh. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2014.

Gill, Kirrin; Pande, Rohini; Malhotra A. Women Deliver for Development. Background Paper for Women Deliver Conference 18-20 Oct 2007 [Internet]. 2007;(October). Available from:http://www.icrw.org/docs/1794-Bbackground- paper-V1.pdf


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research, p-ISSN: 0125-9695. e-ISSN: 2338-3453) is published by Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia
Main Indexing :

More...
Visitor Number : View BPK Statistics
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.