Trigliserida sebagai Faktor Prognosis untuk Hipertensi Tidak Terkendali pada Wanita Pasca Menopause di Kota Bogor, Tahun 2014

Woro Riyadina, Nasrin Kodim, Krisnawati Bantas, Indang Trihandini, Ratu Ayu Dewi Sartika, Evi Martha, Siti Madanijah, Yuda Turana, Ekowati Rahajeng

Abstract


Abstract
Further analysis aimed to determine the new cut-off correlation between blood triglyceride levels with
uncontrolled hypertension among 888 postmenopausal women from two-year follow up of the cohort study
in Bogor. Uncontrolled hypertension was defined as the average of systolic and diastolic are >140mmHg
and >90mmHg consecutively with no underlying diseases and systolic is >130mmHg with co-morbidity
at the end of 2-year follow up. The covariate variables included demography, behavior and biological
factors. The new triglyceride’s cut off was determined by ROC curve with 65% sensitivity and 68%
specificity. Data were analyzed with multiple logistic regression. Blood triglyceride level significantly
correlated with uncontrolled hypertension (p=0.007) after adjusted with LDL, postprandial blood sugar
and sodium intake. Triglyceride levels of 108-149mg/dl resulted in OR of 1.54 (95% CI 0.95 to 2.48),
150-199mg/dl showed OR of 2.04 (95% CI 1.06 to 3.93) and level of >200 indicated an OR 2.1 (95% CI
1.02 to 4.30) compared to normal level (<108mg/dl). Triglyceride level of 108mg/dl is a new cut-off to
determine uncontrolled hypertension in postmenopausal women in the study area. Blood triglyceride’s
level can be used as a prognostic factor for hypertensive patients to monitor blood pressure increment.
Key words: triglycerides, uncontrolled hypertension, postmenopause.

 

 

Abstrak
Analisis lanjut bertujuan untuk menentukan cut off baru kadar trigliserida dan hubungan trigliserida dengan
hipertensi tidak terkendali pada wanita paska menopause di 5 Kelurahan Kota Bogor tahun 2014. Analisis
lanjut data wanita pasca menopause dengan hipertensi 888 orang, merupakan bagian dari data penelitian
“Studi Kohor Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular” selama periode pengamatan 2 tahun (2011-2013
dan 2012-2014). Data dikumpulkan dengan metode wawancara, pengukuran dan pemeriksaan. Hipertensi
tidak terkendali jika rata-rata tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan diastolik > 90 mmHg tanpa penyakit
lain dan sistolik < 130 mmHg dengan komorbiditas penyakit pada akhir follow up 2 tahun. Trigliserida
darah merupakan hasil pemeriksaan laboratorium. Variabel kovariat meliputi faktor demografi, perilaku
dan biologis. Penentuan cut off trigliserida baru dengan kurva ROC dengan sensitifitas 65% dan spesifitas
68%. Data dianalisis dengan uji regresi logistik ganda. Kadar trigliserida dalam darah berhubungan
bermakna dengan hipertensi tidak terkendali pada p=0,007 setelah mengendalikan faktor kolesterol LDL,
gula darah postpandrial dan asupan natrium. Kadar trigliserida 108-149 mg/dl menunjukkan OR 1,54
(95% CI 0,95 – 2,48), kadar 150-199 mg/dl memperlihatkan OR 2,04 (95% CI 1,06 – 3,93) dan kadar
≥200 menunjukkan OR 2,1 (95% CI 1,02 – 4,30) dibandingkan dengan kadar normal (<108 mg/dl).
Kadar trigliserida 108 mg/dl merupakan cut off baru untuk menentukan hipertensi tidak terkendali pada
wanita paska menopause. Kadar trigliserida dapat dimanfaatkan sebagai faktor prognosis bagi penderita
hipertensi untuk pemantauan peningkatan tekanan darah.
Kata kunci: trigliserida, hipertensi tidak terkendali, paska menopause


Keywords


triglyceride, uncontrolled hypertension, postmenopause.

References


Lloyd-Sherlock P, Beard J, Minicuci N, Ebrahim S, Chatterji S. Hypertension among older adults in low- and middle-income countries: prevalence, awareness and control. Int J Epidemiol [Internet]. 2014;43(1):116–28.

Park JB, Kario K, Wang J-G. Systolic hypertension: an increasing clinical challenge in Asia. Hypertens Res [Internet]. Nature Publishing Group; 2015;38 (4) :227–36.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, K.R., 2008. Laporan nasional Riskesdas tahun 2007, Kemenkes RI

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan KR. Laporan Nasional Riskesdas tahun 2013. 2014.

Rahajeng E, Tuminah S. Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia. Maj Kedokt Indones. 2009;59:580–7.

Titi. 2014. Hubungan antara kegemukan dengan hipertensi pada wanita post menopause di kelurahan Kebon Kalapa Bogor. Baseline data studi kohor faktor risiko penyakit tidak menular. Thesis. Program Pasca Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia.

Lestary, D. 2010. Seluk Beluk Menopause. Gerai Ilmu Jogjakarta.

Fischl, F., 2000. Menopause Andropause: definition and pathophysiology. Krause &Pachernegg GmbH,, pp.29–33.

Sastrawinata S. 2007. Klimakterium dan menopause. In: Wiknjosastro H, Saifuddin AB, eds. Ilmu Kandungan. 5th ed. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Prawiroharjo.

Kumar,V, Abbas AK, Fausto, N. 2005. Hipertensiv Vascular Disease. Robin and Cotran. Pathologic Basic of Disease. 7th edition. Philadelpia: Elsevier. Saunders.

InaSH (Indonesian Society of Hypertension), 2015. ABC HIPERTENSI. Jakarta.

Roberta Lima MW and JFR. Hypertension in postmenopausal women. Curr Hypertens Rep. 2012;14(3):254–60.

Yanes LL, Reckelhoff JF. Postmenopausal hypertension. Am J Hypertens [Internet]. 2011;24(7):740–9.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Permenkes. Angka Kucukupan Gizi Penduduk Indonesia, Kemenkes RI. Jakarta.

Armilawaty, Amalia H, Amirudin R. Hipertensi dan Faktor Risikonya dalam Kajian Epidemiologi. 2007 Bagian Epidemiologi FKM UNHAS. [cited 2017 Feb 10]. Available from: http;//www.CerminDuniaKedokteran.com/in dex.php?option=com_content&task=view&id =38&Itemid=12).

WHO, 2000, Obesity : Preventing and Managing The Global Epidemic. WHO Techinical Report Series. 894. Genewa.

Departemen Kesehatan RI. 2009.Direktorat Jenderal PP&PL. Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Pedoman Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Edisi I. Jakarta.

Guessous I, Bochud M, Theler J-M, Gaspoz J-M, Pechère-Bertschi A. 1999–2009 Trends in Prevalence, Unawareness, Treatment and Control of Hypertension in Geneva, Switzerland. PLoS One 2012;7(6):e39877. Available from: http://dx.plos.org/10.1371/journal.pone.0039877

Toledo E, Alonso Á, Martínez-González MÁ. Differential Association of Low-Fat and Whole-Fat Dairy Products with Blood Pressure and Incidence of Hypertension. Curr Nutr Rep [Internet]. 2012;1(4):197–204. Available from: http://link.springer.com/10.1007/s13668-012-0026-y.

Engberink MF, Geleijnse JM, de Jong N, Smit H a, Kok FJ, Verschuren WMM. Dairy intake, blood pressure, and incident hypertension in a general Dutch population. J Nutr. 2009;139(10):582–7.

Rini SS, Hairitama R. Kepatuhan Lansia Penderita Hipertensi Dalam Pemenuhan Diet Hipertensi Agrina 1 , Sunarti Swastika Rini 2 , Riyan Hairitama 3 1. 2011;6(1):46–53.

Kwan MW-M, Wong MC-S, Wang HH-X, Liu KQ-L, Lee CL-S, Yan BP-Y, et al. Compliance with the Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) Diet: A Systematic Review. PLoS One [Internet]. 2013;8(10):e78412. Available from: http://dx.plos.org/10.1371/journal.pone.0078412.

Selwyn AP, Kinlay S, Libby P, Ganz P. Atherogenic lipids, vascular dysfunction, and clinical signs of ischemic heart disease. Circulation 1997; 95: 5–7.

Urbina EM, Srinivasan SR, Kieltyka RL, Tang R, Bond MG, ChenWet al. Correlates of carotid artery stiffness in young adults: The Bogalusa Heart Study. Athero- sclerosis 2004; 176: 157–164.

Departemen Kesehatan RI. 2004. Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2012. Pusat Penelitan Upaya Kesehatan Masyarakat. Pedoman Pengukuran dan Pemeriksaan Studi Kohor Faktor Risiko Penyakit TIdak Menu Menular. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI. Kementrian Kesehatan RI.Jakarta.

Guessous I, Bochud M, Theler J-M, Gaspoz J-M, Pechère-Bertschi A. 1999–2009 Trends in Prevalence, Unawareness, Treatment and Control of Hypertension in Geneva, Switzerland. PLoS One [Internet]. 2012;7(6):e39877. Available from: http://dx.plos.org/10.1371/journal.pone.0039877

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2003. Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular. Jakarta, hal 2-8.

Coylewright, M., Reckelhoff, J.F. & Ouyang, P., 2008. Menopause and hypertension: An age-old debate. Hypertension, 51(4 PART 2 SUPPL.), pp.952–959.

Kamso S, Juwita R. Dislipidemia pada lanjut usia di kota padang. Makara Seri Kesehatan 2002;6(2):55–8.

Nuraini, Sri K, M. Isnawati. Hubungan rasio lingkar pinggang-lingkar pinggul dengan kadar lipida darah. Prosiding Kongres Nasional PERSAGI dan temu ilmiah XII; 2002 Juli 8-10; Jakarta, Indonesia.

Jeppesen J, Hein HO, Suadicani P, Gyntelberg F, High triglycerides and low HDL cholesterol and blood pressure and risk of ischemic heart disease. Hypertension. 2000; 36:226-32.

Vilda Anna, Yekti. Faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi. J Visikes. 2011;10(2):115-23.

Darmastono P. Hubungan antara persentasi lemak tubuh,lingkar pinggang, kolesterol total dalam darah dan trigliserida dengan tekanandarah (studi pada pegawai negeri sipil SMA 8Semarang). Semarang: Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro; 2009.

Haryanto D, Bambang M, Damayanti RS, Sudigdo S. Hubungan ketebalan tunica intima media arteri carotis media dengan obesitas pada remaja. Sari Pediatri. 2009; 11(3).

Jerold MO. Obesitas dalam prinsip-prinsip Ilmu penyakit dalam. Dalam Ahmad, H.A (ed. Kurt, J.I. et al.) Horrison. Edisi ke-13. Jakarta: EGC; 1999. hlm. 479-504.

Tohidi M, Hatami M, Hadaegh F, Azizi F. Triglycerides and triglycerides to high-density lipoprotein cholesterol ratio are strong predictors of incident hypertension in Middle Eastern women. J Hum Hypertens [Internet]. Nature Publishing Group; 2011;26(9):525–32. Available from: http://dx.doi.org/10.1038/jhh.2011.70

Laurence,G.S.,2005.Sindrom Metabolik merupakan Manifestasi dari Keadaan Inflamasi. Jurnal Med. Nusa, vol 26,no.1.

Kolovou G, Cardiac O, Genomedica A. Pathophysiology of Dyslipidemia in the Metabolic Syndrome. Postgr Med J. 2005;81:358–66.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research, p-ISSN: 0125-9695. e-ISSN: 2338-3453) is published by Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia
Main Indexing :

More...
Visitor Number : View BPK Statistics
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.