Peningkatan Pengetahuan Calon Pengantin Melalui Konseling ASI Eksklusif di Aceh Besar

Agus Hendra AL Rahmad, Ampera Miko

Abstract


Abstract

The global movement of nutrition improvement is anoverall effort to strengthen the commitment and action plan to accelerate the improvement of nutrition, especiallyin the first 1,000 days of life, including exclusive breastfeeding. One of the intervention is through nutritional counseling approach about exclusive breastfeeding to prevent stunting problems. To improve the nutrition and health, counseling for a future bride needs special attention. The aim of the study was to increase knowledge about exclusive breastfeeding of future brides through counseling. This quasi-experimental study analyzing a total sample of 30 future brides through non-random assignment. Data of knowledge variables obtained through interview using questionnaire with scale ratio, whereas counseling method was conducted face to face with a leaflet tool. The data were analyzed by Wilcoxon Rank test. The results showed that exclusive breastfeeding counseling could improve the future brides’ knowledge (p=0.000) with the mean difference of 6.13 and a deviation of 3.71. The conclusion is that the improvement of future brides’ knowledge about exclusive breastfeeding can be done through counseling using media leaflets. The study suggests that every health center can cooperate with Religious Affairs Office to conduct exclusively breastfeeding counseling routinely and become one of programto preventchild stunting.

Key words: future brides, counseling, knowledge about exclusive breastfeeding

Abstrak

Gerakan global peningkatan gizi merupakan suatu upaya secara keseluruhan untuk memperkuat komitmen dan rencana aksi percepatan perbaikan gizi, khususnya penanganan gizi sejak 1.000 HPK termasuk di dalamnya pemberian ASI eksklusif dan ASI saja sampai usia 24 bulan. Salah satu intervensinya yaitu melalui pendekatan konseling gizi tentang ASI eksklusif agar balita bebas masalah stunting. Konseling tersebut mempunyai sasarannya adalah calon pengantin yang perlu perhatian khusus dalam meningkatkan gizi dan kesehatan. Tujuan penelitian untuk meningkatkan pengetahuan tentang ASI eksklusif pada calon pengantin melalui konseling. Penelitian quasi-eksperimen ini menggunakan sampel 30 orang calon pengantin melalui non-random assignment. Data variabel pengetahuan diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dengan skala ratio, sedangkan variable metode konseling dilakukan secara tatap muka dengan alat bantu leaflet. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon-rank test. Hasil penelitian menunjukan konseling ASI eksklusif dapat meningkatkan pengetahuan calon pengantin (p=0,000) dengan selisih rerata 6,13 serta deviasi 3,71. Kesimpulan bahwa peningkatan pengetahuan calon pengantin tentang ASI eksklusif dapat dilakukan melalui konseling menggunakan media leaflet. Saran, setiap puskesmas bekerja sama dengan KUA untuk menyelenggarakan konseling ASI eksklusif secara rutin dan menjadi salah satu prioritas program dalam rangka penanggulangan anak stunting.

Kata kunci: calon pengantin, konseling, pengetahuan tentang ASI eksklusif


Keywords


calon pengantin; konseling; pengetahuan tentang ASI eksklusif

References


Kemenkes. Petunjuk Pelaksanaan Surveilans Gizi. Jakarta: Direktorat Jendral Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Direktorat Bina Gizi; 2011.

Kemenhukham. Peraturan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2013 Tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi. Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia; 2013.

Dinkes. Aceh Kesehatan Rencana Strategis Pembangunan Tahun 2011-2015. Banda Aceh: Dinas Kesehatan Propinsi Aceh; 2011.

Bappenas. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. 1, editor. Agenda Pembangunan Nasional. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional;

Balitbangkes. Laporan Riset Kesehatan Dasar 2013 Provinsi Aceh. Pertama. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI;

Syafrida E, Alfridsyah, Lindawati, Al-Rahmad AH, Yusniwati. Laporan Survai Pemantauan Status Gizi Provinsi Aceh 2015. Studi Monitoring dan Evaluasi Program Gizi. Cetakan kedua. Banda Aceh: Dinas Kesehatan Aceh dan Jurusan Gizi Poltekkes Aceh; 2016.

Balitbangkes. Laporan Riset Kesehatan Dasar 2013. Pertama. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI;

Tambunan. Perkawinan Usia Dini Dalam Perspektif Pluralisme Hukum 2011. Fakultas Hukum. [Medan]: Universitas Sumatera Utara; 2011.

Ginting. Apa Peran Suami dalam Mendukung ASI Eksklusif. Vol. 2016. asuh.wiki.com; 2011.

Herman. Peran Suami Dukung 100% Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif. Vol. 2015. 2014.

KUA. Profil Kantor Urusan Agama. Kecamatan Darul Imarah. Aceh Besar: Kementerian Agama; 2015.

Nedra W, Soedjatmiko, Agus F. Kesiapan Fisik Dan Pengetahuan Remaja Perempuan Sebagai Calon Ibu Dalam Membina Tumbuh Kembang Balita Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Sari Pediatr. Desember 2006. 2006;8(5):206–17.

Hariyani R. Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemberian ASI di Klinik Raskita Binjai . Fakultas Kesehatan Masyarakat. [Medan]: Universitas Sumatera Utara; 2010.

Creswell JW. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Ketiga. Achmad F, editor. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2010.

Wawan, Dewi. Teori & Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika; 2011.

Somi MA. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Posyandu Tanag Boleng Adonara Kabupaten Flores Timur. Artikel Ilmiah. Program Studi S1 Keperawatan . [Jakarta]: STIK SINT Carolus; 2013.

Jumail. Kompetensi Profesional dalam Perspektif Konselor Sekolah dan Peranannya Terhadap Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri Se-Kota Padang. J Ilm Konseling. 01/03/2013. 2(1):250–5.

Hermina H, Prihatini S. Pengembangan Media Poster dan Strategi Edukasi Gizi untuk Pengguna Posyandu dan Calon Pengantin. Bul Penelit Kesehat. 2015;43(3):195–206.

Ramlan R, Margawati A. Pengaruh konseling gizi dan laktasi intensif dan dukungan suami terhadap pemberian air susu ibu (asi) eksklusif sampai umur 1 bulan. J GIZI Indones. 2015;3(2):101–7.

Imdad A, Yakoob MY, Bhutta ZA. Effect of Breastfeeding Promotion Interventions on Breastfeeding Rates, with Special Focus on Developing Countries. BMC Public Health. 2011;11 Suppl 3:S24.

Nurhayati AI. Pengaruh Konseling Gizi Pada Ibu Keluarga Miskin Terhadap Pemberian ASI Eksklusif. Tesis program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Bogor. Institut Pertanian Bogor; 2007.

Gunarsa SD. Konseling dan Terapi. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia;

WHO. Implementing The Global Strategy for Infant and Young Child Feeding. Geneva, Swiss: Departement of Child and Adolescent Health and Development. Departemen of Nutrition for Health and Development; 2003.

AL-Rahmad AH, Sudargo T, Lazuardi L. The Effectiveness Of WHO Anthro Growth Standard Training On The Data Quality Of Underfive Children’s Nutritional Status. J Inf Syst Public Heal. 2013;Vol: 1:21–6.

Farudin A. Perbedaan Efek Konseling Gizi Dengan Media Leaflet Dan Booklet Terhadap Tingkat Pengetahuan, Asupan Energi Dan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Rsud Dr. Moewardi Surakarta. Pascasarjana Prodi Ilmu Gizi. [Surakarta]: Universitas Sebelas Maret; 2011.

Zahraini Y. 1000 Hari Pertama Kehidupan: Mengubah Hidup , Mengubah Masa Depan. Vol. 2016. Jakarta: Subdit Bina Gizi Makro; 2013.

Nicklas TA, Hayes D. Position of the American Dietetic Association: nutrition guidance for healthy children ages 2 to 11 years. J Am Diet Assoc. 2008;108(6):1038–44.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research, p-ISSN: 0125-9695. e-ISSN: 2338-3453) is published by Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia
Main Indexing :

More...
Visitor Number : View BPK Statistics
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.