Hubungan Perilaku Anak Sekolah Dasar dengan Kejadian Schistosomiasis di Kecamatan Lindu Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah

Octaviani Octaviani, Phetisya Pamela Frederika Sumolang, Murni Murni, Nelfita Nelfita

Abstract


ABSTRAK

Schistosomiasis merupakan penyakit parasitik yang disebabkan infeksi cacing Schistosoma japonicum, S. haematobium, S. mansoni, S. mekongi, dan S. intercalatum. Penyakit ini ditularkan melalui air tercemar cercaria ke hospes. Di Indonesia, schistosomiasis disebabkan oleh  S. japonicum ditemukan endemis di dataran tinggi Lindu, dataran tinggi Napu, dan dataran tinggi Bada. Penyakit schistosomiasis bisa menyerang semua orang termasuk anak-anak. Apabila tidak diberikan pengobatan bisa menjadi kronis. Anak yang terinfeksi akan mengalami gangguan pertumbuhan, gangguan kognitif, bahkan dapat menimbulkan kematian. Secara epidemiologi penularan schistosomiasis tidak terpisahkan dari faktor perilaku atau kebiasaan manusia. Penelitian bertujuan mengidentifikasi hubungan perilaku anak sekolah dasar dengan kejadian schistosomiasis. Penelitian dilakukan di Kecamatan Lindu Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, selama 8 bulan mulai bulan Maret sampai Oktober 2014. Penelitian observasional ini menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan sampel tinja dan wawancara pada anak sekolah. Sampel tinja diperiksa dengan menggunakan metode Kato-Katz. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kebiasaan mandi, kebiasaan buang air besar, kebiasaan ke daerah fokus dan kebiasaan penggunaan sepatu boot dengan kejadian schistosomiasis.

Kata kunci: schistosomiasis, perilaku, anak sekolah dasar

ABSTRACT

Schistosomiasis is a parasitic disease caused by infection of Schistosoma japonicum, S. haematobium, S. mansoni, S. mekongi, and S. intercalatum. It is transmitted to definitive host through cercaria contaminated water. In Indonesia, schistosomiasis was caused by S. japonicum which can be found in endemic areas at Lindu, Napu, and Bada highland. Schistosomiasis can infect all people regardless their age. If untreated, it leads to a chronic condition. Children who are infected will have a growth and cognitive problem and even death. The transmission of schistosomiasis cannot be separated from people behavior. This study aimed to identify the relationship between behavior of elementary student and schistosomiasis settle in Lindu, Sigi District, Central Sulawesi for eight months from March to December 2014. This was an observational study with a cross-sectional design. The data were collected by stool sampling and interview on elementary students. Stool samples were examined by Kato-Katz method. The chi-square analysis showed that there was no relationship between bathing habits, defecation habits, and using boots to schistosomiasis.

Keywords: schistosomiasis, behavior, elementary student

Keywords: schistosomiasis, behavior, primary school student


Keywords


schistosomiasis; Perilaku; Anak Sekolah Dasar

References


Miyazaki I. An ilustrated book of helminthic zoonosis, Tokyo International Medical Foundation of Japan; 1991.

Centre For Disease Control and Prevention (CDC). Parasites-schistosomiasis [internet], [cited 2017 December 6].

Muller H, Tesch J. Autochthone infectie met Schistosoma japonicum of Celebes. Geneeskd Tijdschr voor Ned Indie. 1937;77:21-43.

Epidemiologi penyakit menular (Schistosomiasis). Available from: http://okshealthenv.wordpress.com. Published 2012. Cited June 7, 2012.

Sudomo M. Penyakit parasitik jaringan yang kurang diperhatikan. Badan Litbang Kesehat. 2008.

Sudomo M. Pemberantasan schistosomiasis di Indonesia. Bul Penelit Kesehat. 2007;35(1):36-45.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Laporan schistosomiasis Sulawesi Tengah 2013. Sulawesi Tengah; 2013.

Kasnodiharjo. Penularan schitosomiasis dan penanggulangannya. Cermin Dunia Kedokteran, 1994.

Veridiana NN, Chadijah S. Faktor-faktor yang

berhubungan dengan perilaku asyarakat dalam mencegah penularan schistosomiasis di dua desa di Dataran Tinggi Napu Kapupaten Poso, Sulawesi Tengah Tahun 2010. Media Litbang. 2013;23(3):130-6.

Rosmini, Jastal, Ningsi. Beberapa faktor yang berhubungan dengan penularan Schistosoma japonicum di Dataran Tinggi Napu Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Vektor dan Reserv Penyakit. 2016;8(1):1-6.

Kasnodiharjo. Masalah sosial budaya dalam upaya pemberantasan schistosomiasis di Sulawesi Tengah. Cermin Dunia Kedokt. 1997:118.

Maryunani, Anik. Perilaku hidup bersih dan sehat. Jakarta; 2013.

Nurul R, Rau M., Anggraini L. Analisis faktor resiko kejadian schistosomiasis di Desa Puroo Kecamatan Lindu Kabupaten Sigi Tahun 2014. Preventif. 2016;7(1):1-12.

Notoatmodjo S. Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2003.

Rosmini, Soeyoko, Sumarni S. Beberapa faktor yang berhubungan dengan penularan Schistosoma japonicum di Dataran Tinggi Napu Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Bul Penelit Kesehat. 2010;38(3):131-9.

Sudomo M. Schistosomiasis dan masalah sosial dan ekonomi yang berhubungan dengan pemberantasannya. Pros Lokakarya Penelit dan Ekon Penyakit Trop di Indonesia. Puslit Ekol Kesehatan, Badan Litbang Kesehatan, DepKes, Jakarta. 1987.

Nyati-Jokomo Z, Chimbari MJ. Risk factors for schistosomiasis transmission among school children in Gwanda district, Zimbabwe. Acta Trop. 2017;175(April):84-90. doi:10.1016/j.actatropica.2017.03.033.

Maseko TSB, Mkhonta NR, Masuku SKS, Dlamini S V., Fan C-K. Schistosomiasis knowledge, attitude, practices, and associated factors among primary school children in the Siphofaneni area in the Lowveld of Swaziland. J Microbiol Immunol Infect. 2016:1-7. doi:10.1016/j.jmii.2015.12.003.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


BALABA was indexed by:

Visitor Number : View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License