Perilaku penggunaan insektisida pada rumah tangga di tiga Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Selatan

Dicky Andiarsa, Wulan Sari Rasna Giri Sembiring

Abstract


Penggunaan insektisida di masyarakat mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan ini tidak diimbangi oleh pengetahuan masyarakat dan kebijakan pemerintah untuk mengatur penggunaannya secara baik dan bijak, yang akhirnya muncul permasalahan baru seperti meningkatnya residu insektisida di lingkungan, keracunan, dan risiko serangga resisten. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran penggunaan insektisida dalam rumah tangga meliputi bahan aktif yang digunakan, dan lamanya pemakaian insektisida. Penelitian dilakukan di wilayah endemis DBD di Kab. Bone, Kota Palopo dan Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan pada Bulan Mei-Juni 2015. Penelitian dilakukan dengan desain potong lintang dan metode sistematik sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dengan frekuensi berdasarkan bahan aktif dan lamanya penggunaan insektisida. Hasil penelitian menunjukan penggunaan bahan aktif insektisida di ketiga kabupaten terbesar pada bahan aktif transflutrin, praletrin, d-aletrin, dan imiprotrin baik dalam formula tunggal maupun formula campuran diantaranya. Selain insektisida, responden dari Kota Makassar juga banyak menggunakan bahan aktif repelen Diethyl Toluamide (DEET) berupa krim oles (lotion). Lamanya waktu penggunaan, sebagian besar responden dari ketiga kab/kota menggunakan satu produk insektisida selama 2-5 tahun, bahkan ada sebagian lebih dari 5 tahun. Hasil penelitian ini jelas menunjukkan penggunaan insektisida berbahan aktif Synthetic Pyrethroid (SP) telah luas digunakan dalam
jangka waktu yang cukup lama. Hal ini diduga telah terjadi resistensi nyamuk terhadap bahan aktif ini.

Keywords


Penggunaan insektisida, Perilaku, Resistensi, Synthetic pyrethroid

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats
Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.