PERBEDAAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PADA PERNIKAHAN USIA DINI DAN PERNIKAHAN USIA IDEAL DI KECAMATAN SONGGON KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR TAHUN 2016

Dwi Kristanti, Farida Wahyu Ningtyas, Ninna Rohmawati

Abstract


The status of food security is frequently used as an indicator of the level of community welfare. One of the factors affecting food security is population growth. One cause of high population growth is by lower ages of the first marriage (early marriage). Women who are married early will have longer exposure time to be risk for pregnancies. Early marriage under 20 years of age has a dependence on parents to meet the economy needs because the work has not been settled and unstable psychiatric of wives because they have to be pregnant and nurture children in conditions that are not ready and have lack of understanding on child care patterns. If the income is low while number of household members are so many to be fulfilled the food needs, so the distribution of nutritious foods are not optimal. This study aims to determine differences in household food security between early marriage and ideal age in Songgon Sub-district of Banyuwangi District. It was an analytic research with a cross sectional design. Data collection was based on data of married couples in 2010–2014 from KUA Songgon Sub-district. Data collection was by structured interview using questionnaires, and household food record sheets. Data were analyzed by chi square test. Results showed that there was no difference in household food security at early marriage and ideal age in Songgon Sub-district of Banyuwangi District. Based on the results , it is known that there is no difference between household food security at early marriage and ideal age marriage in Songgon Sub-district of Banyuwangi Regency, both in the availability of staple food, stability of food availability, food access, and food utilization. The Government of Banyuwangi District and its related parties should make road improvements promptly and facilitate household access to food sources.

ABSTRAK

Status ketahanan pangan sering dipakai sebagai salah satu indikator tingkat kesejahteraan masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan yaitu pertumbuhan penduduk. Tingginya pertumbuhan penduduk salah satunya disebabkan oleh rendahnya usia pernikahan pertama (pernikahan usia dini). Pada perempuan yang menikah dini akan mempunyai waktu paparan lebih panjang terhadap risiko untuk hamil. Pernikahan usia dini di bawah 20 tahun memiliki ketergantungan kepada orang tua untuk mencukupi kebutuhan ekonomi karena belum mapan pekerjaannya dan tidak stabilnya kejiwaan istri karena harus hamil dan mengasuh anak dalam kondisi yang belum siap serta kurang memiliki pemahaman terhadap pola asuh anak. Apabila pendapatan yang dimiliki rendah sedangkan jumlah anggota rumah tangga banyak yang harus dipenuhi kebutuhan pangannya, maka distribusi zat gizi tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ketahanan pangan rumah tangga antara pernikahan usia dini dan usia ideal di Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Desain penelitian merupakan penelitian analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan basis data pasangan yang menikah pada tahun 2010–2014 dari KUA Kecamatan Songgon. Pengumpulan data dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner, dan lembar pencatatan makanan rumah tangga (household food record).Analisis menggunakan chi square test dengan bantuan SPSS. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan ketahanan pangan rumah tangga pada pernikahan usia dini dan usia ideal di Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan antara ketahanan pangan rumah tangga pada pernikahan usia dini dan pernikahan usia ideal di Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi, baik pada ketersediaan pangan pokok, stabilitas ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi beserta pihak yang terkait disarankan agar segera melakukan perbaikan jalan dan mempermudah akses rumah tangga terhadap sumber pangan.

 


Keywords


Early Marriage; Household Food Security; No Differences

References


Afifah, T. 2011. Perkawinan Dini dan Dampak Status Gizi pada Anak (Analisis Data Riskesdas 2010). Gizi Indonesia, 34 (2), 109–19

.

Almatsier, S. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta, Gramedia Pustaka Utama.

Andrian & Kuntoro. 2013. Abortus Spontan pada Pernikahan Usia Dini. Jurnal Biometrika dan Kependudukan, 2 (1), Juli.

Aryani, D. 2011. Efek Pendapatan Pedagang Tradisional dari Ramainya Kemunculan Minimarket di Kota Malang. Jurnal Dinamika Manajemen, 2 (2) 2011,

–80.

Adriani M dan Wirjatmadi B. 2012. Pengantar gizi masyarakat.Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). 2011. Perkawinan Muda di kalangan Perempuan: Mengapa?. Pusdu-BKKBN, 1 (6) Desember.

Erniati., Sutiarso, L. dan Sudira, P. 2013. Penyusunan Sistem Pendukung Keputusan untuk Penetapan Indeks Ketahanan Pangan di Tingkat Rumah Tangga dan Wilayah (Studi Kasus di Desa Srimartani, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Agritech, 33 (4).

Hasan, Y.B. 2015. Dampak Pernikahan Dini terhadap Kehidupan Keluarga di Desa Tabongo Timur Kecamatan Tabongo Kabupaten Gorontalo. Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo.

Herawati, T., Ginting, B., Asngari, P.S. dan Susanto, D. 2011. Ketahanan Pangan Keluarga Peserta Program Pemberdayaan Masyarakat di Pedesaan. Journal of Nutrition and Food, 6 (3), 208–16.

Herdiana, E. 2009. Analisis Jalur Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Bogor, Institut Pertanian Bogor.

Kesehatan Masyarakat. 2016. Asupan Energi dan Protein [serial online]. Tersedia pada: www.indonesian- publichealth.com. [Diakses 31 Agustus 2016].

Khomsan, A., Riyadi, H., dan Marliyati, S.A. 2013. Ketahanan Pangan dan Gizi serta Mekanisme Bertahan pada Masyarakat Tradisional Suku Ciptagelar di Jawa Barat. Jurnal Ilmu Penelitian Indonesia, 18 (3), 186–93.

Litbang Kemendagri. 2017. Penelitian Ungkap Usia Ideal Pernikahan [serial online]. www.litbang.kemendagri. go.id. [diakses 18 Mei 2017].

Masrin, Paratmanitya, Y. Dan Aprilia, V. 2014. Ketahanan Pangan Rumah Tangga Berhubungan dengan Stunting pada Anak Usia 6–23 Bulan. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 2 (3), 103–15.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Buletin Penelitian Sistem Kesehatan (Bulletin of Health System Research, ISSN 1410-2935. e-ISSN 2354-8738) published by Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Indexed on:

http://ejournal.litbang.depkes.go.id/public/site/images/tanto-hsr-man/doaj_cilik_160

Visitor Number : 

shopify traffic stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License..