SITUASI PENYAKIT ANTRAKS DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Ruben Wadu Willa

SITUASI PENYAKIT ANTRAKS DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Abstract


Penyakit Antraks merupakan penyakit menular pada hewan (zoonosis) yang dapat ditularkan pada manusia, dan disebabkan oleh Baccillus anthracis. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian antraks di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data kejadian antraks diperoleh dari Laporan Dinas Kesehatan Kabupaten. Data yang diperoleh yaitu data kejadian antraks tahun 2003 sampai dengan tahun 2007. Selain itu diulas juga lingkungan yang berkaitan dengan kejadian anthraks. Analisis secara deskriptif tentang kejadian Antraks di Kabupaten Sumba Barat Daya, Sikka dan Ende dalam kurun waktu tahun 2003 sampai dengan 2007. Kabupaten Ende dengan jumlah kasus sebanyak 25 kasus dan 2 orang diantaranya meninggal dunia, sedangkan kabupaten Sumba Barat Daya jumlah kasus sebanyak 18 kasus dan menyumbang kematian sebanyak 5 orang diantaranya meninggal dunia. Sampai saat ini Nusa Tenggara Timur masih berpeluang untuk kejadian Antraks. Sehingga harus diwaspai agar dapat dilakukan tindakan yang cepat bilamana kejadian Antraks muncul kembali.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



View JEK Statistics

Lisensi Creative Commons
Jurnal Ekologi Kesehatan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Jurnal Ekologi Kesehatan (The Indonesian Journal of Health Ecology, p-ISSN: 1412-4025, e-ISSN: 2354-8754) has been indexed by: