Hubungan tingkat pengetahuan dan pola perilaku dengan kejadian malaria di Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah

Darmiah Darmiah, Baserani Baserani, Abdul Khair, Isnawati Isnawati, Yuniarti Suryatinah

Abstract


Salah satu penyebab tingginya angka kesakitan malaria adalah masih kurangnya tingkat pengetahuan dan pola perilaku masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan pola perilaku dengan kejadian malaria di Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian bersifat analitik dengan rancangan penelitian case control menggunakan uji fisher exact dan chi square. Metode pengumpulan data tingkat pengetahuan dan pola perilaku dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner, kriteria penilaian tinggi apabila nilai hasil kuesioner ≥ 60%, rendah apabila nilai ≤ 60%, pengukuran pola perilaku menggunakan check list, kriteria penilaian baik apabila nilai hasil check list ≥ 60%, tidak baik nilai ≤ 60%. Sampel penelitian berjumlah 58 responden dengan perbandingan kasus dan kontrol adalah 1:1. Hasil analisis uji fisher exact menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian malaria (p-value 0,002) dan hasil uji chi square terhadap pola perilaku p-value 0,002 dengan kejadian malaria, dengan OR = 2,45 dan 9,28. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan pola perilaku dengan kejadian malaria di Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah. Disarankan melakukan upaya pengendalian faktor penyebab malaria dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat, dan pola perilaku yang baik tentang malaria.

References


Nurbayani L. Faktor Risiko Kejadian Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Mayong I Kabupaten Jepara. J Kesehat Masy. 2013;2(1).

Dwithania M, Irawati N, Rasyid R. Insiden Malaria di Puskesmas Sungai Durian dan Puskesmas Talawi Kota Sawahlunto Bulan Oktober 2011 sampai Februari. J Kesehat Andalas. 2013;2(2):76–9.

Hermansyah B, Utami WS. Bioaktivitas Senyawa Hasil Fraksi Ekstrak Bangle (Zingiber Cassumunar Roxb.) Terstandar (FEBT) Sebagai Terapi Komplementer Untuk Mencegah Komplikasi Pada Malaria Bioactivity of a Compound of Standardized Bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) Extract Fraction. J Agromedicine Med Sci. 2015;1(2):19–25.

Trapsilowati W, Pujiyanti A, Widjajanti W, Pratamawati DA, Besar B, Vektor P, et al. Evaluasi Kebijakan Pengendalian Malaria di Kabupaten Donggala , Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2014. J Vektora. 2017;9(1):17–26.

Mayasari R, Andriyani D, Sitorus H. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Indonesia ( Analisis Lanjut Riskesdas 2013 ). Bul Penelit Kesehat. 2015;44(1):13–24.

Wahjuningsih E. Situasi Fasilitas Puskesmas di Kabupaten Ngada dalam Rangka Menyongsong Pencapaian Target Penurunan Angka Kesakitan Malaria Tahun 2014. Bul Penelit Sist Kesehat. 2013;16(4):411–8.

Roosihermiatie B, Pratiwi NL, Jp W. Analisis Implementasi Kebijakan Eliminasi Malaria di Indonesia. Bul Penelit Sist Kesehat. 2015;18(293):277–84.

Mardiana, Dian Permatasari. Insiden Malaria Dan Pola Iklim Di Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah Dan Kabupaten Sumba Barat Propinsi Nusa Tenggara Timur , Indonesia Tahun 2005 - 2009. J Ekol Kesehat. 2014;13(1):59–70.

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kasongan Kecamatan Katingan Hilir. Rekap Laporan Bulanan Program Malaria. Kasongan; 2016.

Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan. Rekap Laporan Tahunan Program Malaria. Kasongan; 2011.

Yuliati A, Baroya N, Ririanty M. Perbedaan Kualitas Hidup Lansia yang Tinggal di Komunitas dengan di Pelayanan Sosial Lanjut Usia. J Pustaka Kesehat. 2014;2(1):87–94.

Salim M, W NE. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria Di Wilayah Pertambangan Emas tanpa Izin ( PETI ) Kecamatan Mandor Kabupaten Landak Propinsi Kalimantan Barat. J Kesehat Lingkung Indones. 2012;11(2):160–5.

Ernawati K, Soesilo B, Duarsa A. Hubungan Faktor Individu Dan Lingkungan Rumah Dengan Malaria Di Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Indonesia 2010. Makara Kesehat. 2011;15(2):51–7.

Sir O, Arsine A, Syam I, Despitasari M. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di Kecamatan Kabola, Kabupaten Kalor,Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2014. J Ekol Kesehat. 2015;14(4):334–41.

Bawelle SC, Sinolungan JS V., Hamel RS. Hubungan pengetahuan dan sikap perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien (patient safety) di ruang rawat inap rsud liun kendage tahuna. Ejournal Keperawatan. 2013;1(1):1–7.

Lumolo F, Pinontoan OR, Rattu JM. Analisis Hubungan Antara Faktor Perilaku Dengan Kejadian Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Mayumba Provinsi Sulawesi Tengah. J e-Biomedik. 2015;3(3):865–71.

Margarethy, Indah;Yenni A. Peran Lingkungan Sosial Dalam Pencegahan Malaria di Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Bul SPIRAKEL. 2016;8(1):1–10.

Sari Maya Rika, P.Lasbudi A, Sitorus Hotnida. Akses pelayanan kesehatan dan kejadian malaria di provinsi bengkulu. Media Litbangkes. 2013;23(4):158–64.

Putu S. Malaria Secara Klinis : dari Pengetahuan Dasar Sampai Terapan. Jakarta: Penerbit EGC; 2004.

Hasyim H, Camelia A, Alam NF. Determinan Kejadian Malaria di Wilayah Endemis Provinsi Sumatera Selatan. Kesehat Masy Nas. 2014;8(7):291–4.

Andriyani D, Heriyanto B, Trapsilowati W, Widiarti, I AS. Faktor Risiko Dan Pengetahuan, Sikap, Perilaku (PSP) Masyarakat Pada Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria Di Kabupaten Purbalingga. Bul Penelit Kesehat. 2013;41(2):84–1


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


____________________________________________________________________________________________________________________

JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases

p-ISSN: 2502-0447

e-ISSN: 2503-5134

Published by: Balai Litbang P2B2 Tanah Bumbu, Kementerian Kesehatan RI


JHECDs Indexed by:

google scholar Crossref base ipi neliti

 

Creative Commons License

Visitor Number :

Web
Analytics Made Easy - StatCounter

View our stats
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.