SITUASI MALARIA DI KABUPATEN SUMBA BARAT

Ruben Wadu Willa, Majematang Mading

SITUASI MALARIA DI KABUPATEN SUMBA BARAT

Abstract


Malaria merupakan penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles spp. malaria sampai saat ini masih bersifat endemis di Kabupaten Sumba Barat. Annual Malaria Insidence (AMI) tahun 2007 sebesar 187‰, tahun 2008 197,5‰ tahun 2009 149,8‰ dan tahun 2010 105‰ per 1000 penduduk. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan malaria dan dampak budaya terhadap malaria di Kabupaten Sumba Barat. Tulisan ini merupakan hasil kajian pustaka, terhadap laporan penelitian, artikel penelitian dan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat. Hasil menunjukkan bahwa berdasarkan Annual Malaria Insidence Kabupaten Sumba Barat merupakan daerah High Insidence Area dimana AMI masih lebih dari 50 per 1000 penduduk. Plasmodium yang ditemukan sebagian besar adalah falsifarum, dan vivax. Habitat perkembangbiakan vektor terdiri dari sungai, kali, mata air, kubangan kerbau, saluran irigasi dan bekas kolam ikan dengan kepadatan jentik antara 0,36 sampai dengan 3,4 per cidukan. Spesies Anopheles yang ditemukan antara lain An.subpictus, An.theselatus, An.anularis, An.idenfinitus, An.barbirorstis.An.subpictus, An.vagus dan An.aconitus. 3 spesies diataranya merupakan vektor utama malaria di Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu An.barbirostris, An, subpictus dan An.sundaicus sedangkan An.vagus telah dikonfirmasi menjadi vektor melalui ELISA test. Kesimpulannya adalah Kabupaten Sumba Barat merupakan daerah dengan kasus malaria masuk pada strata High Insidece Area dengan vektor utama adalah An.barbirostris, An, subpictus dan An.sundaicus dan An.vagus.

Keywords


Malaria; falsifarum;An.barbirostris; An.subpictus; An.sundaicus.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Penyakit Bersumber Binatang (p-ISSN: 2338-8978, e-ISSN: 2354-8851), Diterbitkan oleh: Loka Litbang P2B2 Waikabubak

Visitor :

web analytics

View My Stats

This Journal has been indexed by:

 


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.