STATUS KERENTANAN VEKTOR DBD (Demam Berdarah Dengue) Aedes aegypti TERHADAP INSEKTISIDA MALATHION DI KABUPATEN TANAH BUMBU

Hendrik Edison Siahainenia

Abstract


Prevalensi nasional demam berdarah dengue di Indonesia sebesar 0,62% dan di Kalimantan Selatankasus DBD Klinis terdeteksi dengan prevalensi 0,26%. Berdasarkan data Riskesdas dalam kurun waktu 12 bulanterakhir (Agustus 2007 – Juli 2008), kasus DBD terdeteksi di Kab. Tanah Bumbu 0.24% . Kejadian Demam BerdarahDengue di Kabupaten Tanah Bumbu dengan kasus terbanyak di Kecamatan Batulicin (15 kasus) dan KecamatanSimpang Empat (12 kasus) pada tahun 2007 dibandingkan daerah lainnya. Tujuan penelitian ini adalah menentukanstatus kerentanan vektor DBD (Ae. aegypti) terhadap insektisida Malathion yang digunakan oleh program DinasKesehatan di Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium loka litbang Tanah BumbuRegional Kalimantan. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimeni dengan desain penelitian Post Testdengan kelompok Kontrol. Berdasarkani hasil penelitian uji Kerentanan yang dilakukan di wilayah Kab. TanahBumbu, menyatakan bahwa status kerentanan nyamuk Ae. aegypti terhadap insektisida malathion dengan jumlahkematian nyamuk di Kecamatan Kusan Hilir sebesar 95% dan di Kecamatan Batulicin sebesar 97%. BerdasarkanStandar Who, Jumlah presentasi di dua kecamatan tersebut dinyatakan Toleran atau masih Rentan sehinggapenggunaan insektisida tersebut masih dapat digunakan sesuai dengan dosis yang dianjurkan( Malathion 0,8 % ).

Keywords


Aedes aegypti; Malathion; susceptibility test

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Penyakit Bersumber Binatang (p-ISSN: 2338-8978, e-ISSN: 2354-8851), Diterbitkan oleh: Loka Litbang P2B2 Waikabubak

Visitor :

web analytics

View My Stats

This Journal has been indexed by:

 


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.