PENGARUH KONSUMSI IBU HAMIL DAN UKURAN BIOMETRI JANIN PADA PANJANG LAHIR BAYI (ANALISIS DATA KOHORT TUMBUH KEMBANG ANAK 2011-2012)

Budi Setyawati, Iram Barida, Anies Irawati

Abstract


Latar Belakang: Kondisi saat dilahirkan merupakan salah satu parameter kelahiran yang penting dalam mengevaluasi kondisi bayi yang sehat. Kondisi pendek (stuntingi) saat dilahirkan berhubungan dengan tingginya risiko pendek pada masa kanak-kanak dan dewasa. Status kesehatan dan gizi wanita selama kehamilan berpengaruh pada kesehatan bayinya.

Tujuan: Menilai pengaruh konsumsi ibu hamil (zat gizi makro-mikro) dan ukuran biometri (panjang tulang paha dan tulang kering  janin) dengan panjang bayi lahir.

Metode: Desain penelitian adalah kohor prospektif, bagian dari penelitian kohor Tumbuh Kembang Anak tahun 2012 di Kelurahan Kebon Kalapa dan Ciwaringin, Kota Bogor. Sebanyak 93 sampel dipelajari asupan ibu pada trimester III (energi, protein, lemak, zat besi, folat dan zinc). Pemeriksaan USG pada 30 responden untuk menilai panjang tulang paha dan tulang kering janin. Analisis data dilakukan dengan melakukan uji chi-square dan nilai Relative Risk (RR).

Hasil: Konsumsi ibu hamil menunjukkan energi 60-65 persen, protein 40-70 persen, dan lemak 57-72 persen dari anjuran kecukupan. Konsumsi Fe, Folat dan Zn 20-30 persen dari kecukupan yang dianjurkan. Konsumsi energi, protein, lemak, Fe, folat dan Zn ibu tidak berhubungan dengan panjang lahir bayi. Panjang paha janin yang kurang berisiko 1,3 kali panjang lahir pendek, panjang tulang kering janin yang kurang berisiko 4 kali panjang lahir pendek, keduanya tidak signifikan secara statistik (p> 0,05).

Kesimpulan: Konsumsi ibu hamil pada trimester-III, panjang tulang paha dan tulang kering janin tidak berhubungan dengan panjang lahir bayi.


Keywords


panjang lahir bayi; tulang kering; tulang paha; konsumsi

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Kesehatan Reproduksi (p-ISSN: 2087-703X, e-ISSN: 2354-8762) indexed by: