Analisis Pengendalian Malaria Di Provinsi Nusa Tenggara Timur Dan Rencana Strategis Untuk Mencapai Eliminasi Malaria

Ivan Elisabeth Purba, Upik Kesumawati Hadi, Lukman Hakim

Abstract


Abstract

East Nusa Tenggara (NTT) Province is the largest contributor for malaria positive cases in Indonesia in 2014 after Papua. This study aims to analyze the malaria situation in NTT, subsequently taken into consideration for the preparation of a strategic plan to achieve the elimination of malaria in the region. Malaria case data, figures on SPR (Slide Positivity Rate), the rate of API (Annual Parasite Incidence), and Plasmodium species derived from the entire districts and cities of the NTT province. Data were collected from 2009 - 2014. The data were analyzed qualitatively or descriptive analysis. The results showed the current number of API malaria in NTT has tended to decline from 27.86 per 1000 population in 2009 to 12.81 per 1000 population in 2014. This decrease was also seen in figures of the SPR in 2009 decreased from 40.98 % to 20.09 % in 2014. Based on data from malaria per district, as many as five districts / cities (i.e. Manggarai, TTU, Kupang, East Manggarai and Ngada) showed already reached the stage of pre-elimination (SPR <5%). In addition, as many as 3 districts / cities (i.e. Manggarai, East Manggarai and Kupang) has reached the stage of elimination (API <1 per 1000 population). Target of malaria elimination in NTT (2030) can be achieved when the discovery of malaria cases, such as the enhanced efforts in intensification and extension, followed by improvement of malaria case management and vector control.

Keywords: Malaria, elimination, case management, vector control, East Nusa Tenggara


Abstrak

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk daerah malaria penyumbang terbanyak kasus positif malaria di Indonesia pada tahun 2014 setelah Papua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis situasi malaria di Provinsi NTT, selanjutnya menjadi bahan pertimbangan untuk penyusunan rencana strategis dalam tercapainya eliminasi malaria di wilayah ini. Data kasus malaria, angka SPR (Slide Positivity Rate), angka API (Annual Parasite Incidence), jenis Plasmodium dan lainnya diperoleh dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi NTT. Data dikumpulkan dari tahun 2009-2014. Analisis data dilakukan secara kualitatif atau deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan saat ini angka API malaria di Provinsi NTT sudah cenderung menurun dari 27,86 per 1000 penduduk pada tahun 2009 menjadi 12,81 per 1000 penduduk pada tahun 2014. Penurunan ini juga terlihat pada angka SPR pada tahun 2009 menurun dari 40,98% menjadi 20,09% pada tahun 2014. Berdasarkan data malaria per kabupaten, sebanyak 5 kabupaten/kota (yaitu Manggarai, Timor Tengah Utara, Kupang, Ngada dan Manggarai Timur) menunjukkan sudah mencapai tahap pre eliminasi (SPR < 5%). Selain itu, sebanyak 3 kabupaten/kota (yaitu Manggarai, Manggarai Timur dan Kupang) sudah mencapai tahap eliminasi (API < 1 per 1000 penduduk). Target eliminasi malaria di NTT (2030) dapat dicapai apabila penemuan kasus malaria, seperti upaya intensifikasi dan ekstensifikasi ditingkatkan, diikuti dengan perbaikan penatalaksanaan kasus, dan pengendalian vektor.

Kata Kunci: Malaria, eliminasi, penatalaksanaan kasus, pengendalian vektor, Nusa Tenggara Timur

upikke@ipb.ac.id

Keywords


Malaria, elimination, case management, vector control, East Nusa Tenggara

References


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Indonesia Malaria Report 2014. Direktorat Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang, Direktorat Jenderal P2PL, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta. 2014.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi Terkini Perkembangan Program Pengendalian Malaria di Indonesia Tahun 2014. Sub Direktorat Malaria, Direktorat Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang, Direktorat Jenderal P2PL, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta. 2015.

Elyazar IR, Gething PW, Patil AP, Rogayah H, Sariwati E, Palupi NW, Tarmizi SN, Kusriastuti R, Baird JK, Hay SI. Plasmodium falciparum malaria endemicity in Indonesia in 2010. PLoS One. 2011; 6(6):e21315.

Elyazar IR, Gething PW, Patil AP, Rogayah H, Sariwati E, Palupi NW, Tarmizi SN, Kusriastuti R, Baird JK, Hay SI. Plasmodium vivax malaria endemicity in Indonesia in 2010. PLoS One. 2012; 7(5):e37325.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Epidemiologi Malaria. Direktorat Jenderal PPM dan PL, Departemen Kesehatan RI. Jakarta. 2001.

Rahmawati E, Hadi UK, Soviana S. Keanekaragaman jenis dan perilaku menggigit vektor malaria (Anopheles spp.) di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Entomologi Indonesia. 2014;11(2):53–64.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2010. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta. 2010.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Penemuan Penderita. Direktorat Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang, Direktorat Jenderal P2PL, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta. 2007.

Roosihermiatie B, Rukmini. Analisis implementasi kebijakan eliminasi malaria di Provinsi Bali. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. 2012;15(2).

Nugroho A, Tumewu-Wagey M. siklus hidup plasmodium malaria. Dalam Harijanto P. N (eds). Malaria: Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinis, dan Penanganan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 1999.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Penatalaksanan Kasus Malaria di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI, Jakarta. 2012.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia dan World Health Organization. Buku Saku Penatalaksanan Kasus Malaria. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta. 2013.

Laihad FJ, Gunawan S. Malaria di Indonesia Dalam Harijanto P. N (eds). Malaria: Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinis, dan Penanganan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 1999.

Sigit SH. Arti penting informasi bioekologi vektor dan hama permukiman dalam epidemiologi dan pengendalian penyakit bersumber binatang. Di dalam: Jastal et al. (Eds.), Prosiding Seminar “Peranan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dalam Mendukung Program Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang di Sulawesi Tengah (Palu, 26-27 Juli 2006). pp: 6–12. Palu: Lokalitbang Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang di Sulawesi Tengah. 2006.

Hadi UK. Entomologi Kesehatan di Indonesia: Masalah, Kendala dan Tantangannya. Di dalam: Hari Sutrisno et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional V Perhimpunan Entomoogi Indonesia. Pemberdayaan Keanekaragaman Serangga untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat (Bogor, 18-29 Maret 2008). pp 10–32. Bogor: Perhimpunan Entomologi Indonesia. 2010.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



SPIRAKEL (p-ISSN: 2086-1346, e-ISSN: 2354-8819) is published by Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Baturaja, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Ministry of Health of Republic of Indonesia

Indexing:

Visitor Number : 

free
web stats
View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Internasional License