AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SITOTOKSIK EKSTRAK METANOL KULIT BATANG KAMBOJA (Plumeria acuminata) TERHADAP SEL KANKER LEHER RAHIM

Khoirun Nisyak

Abstract


Kanker leher rahim  adalah kanker pada leher rahim yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Kanker leher rahim merupakan penyebab kematian terbesar pada wanita di negara berkembang, sehingga diperlukan suatu pengembangan pengobatan berbasis ekstrak senyawa aktif tanaman Indonesia. Kulit batang kamboja (Plumeria acuminata) dilaporkan memilki aktivitas antioksidan dan potensi bahan antikanker. Kulit batang kamboja diekstraksi dengan metode maserasi bertingkat dan identifikasi kandungannya menggunakan metode spektrofotometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan sitotoksik ekstrak metanol kulit batang kamboja terhadap sel kanker leher rahim (sel HeLa). Aktivitas antioksidan diukur dengan metode spektrofotometri menggunakan DPPH. Aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa dilakukan dengan metode MTT assay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol kulit batang kamboja bersifat antioksidan, dengan memiliki nilai IC50 sebesar 136,43 ppm. Aktivitas sitotoksik ekstrak metanol kulit batang kamboja terhadap sel HeLa sebesar 8,38 ppm.  Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak metanol kulit batang kamboja berpotensi sebagai bahan antikanker leher rahim.

 

Kata Kunci : kanker leher rahim, kulit batang kamboja, antioksidan, sitotoksik, dan sel HeLa


Keywords


kanker leher rahim, kulit batang kamboja, antioksidan, sitotoksik, dan sel HeLa

References


Anggrianti P. 2008. Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol 70% Buah Kemukus (Piper cubeba) terhadap Sel HeLa. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

ATCC. 2001. MTT Proliferation Assay Instructions. Manasas. USA.

Badarinath A., Rao K., Chetty CS., Ramkanth S., Rajan T, and Gnanaprakash K. 2010. A Review on In-Vitro Antioxidant Methods: Comparisons, Correlations, and Considerations. International Journal of PharmTech Research. 2(2): 1276-1285.

Dalimartha S. 1999. Ramuan Tradisional untuk Pengobatan Kanker. Penerbit Swadata. Jakarta.

Djajanegara I dan Wahyudi P. 2009. Pemakaian Sel HeLa dalam Uji Sitotoksisitas Fraksi Kloroform dan Etanol Ekstrak Daun Annona squamosa. Jurnal Ilmu Kefarmasian. 1(7): 7-11.

Hanani E. 2014. Analisis Fitokimia. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Hanani EA., Mun’im, dan R. Sekarini. 2005. Identifikasi Senyawa Antioksidan dalam Spon Callyspongia sp dari Kepulauan Seribu. Majalah Ilmu Kefarmasian. 2(1): 127-133.

Harbone JB. 1987. Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisa Tumbuhan. Penerbit ITB. Bandung.

Haryoto, Muhtadi, Peni I., Tanti A., dan Andi S. 2013. Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etanol Tumbuhan Sala (Cynometra ramiflora Linn) terhadap Sel HeLa, T47D, dan WiDR. Jurnal Penelitian Saintek. 2(18): 21-28.

Komite Penanggulangan Kanker Nasional. 2017. Panduan Penatalaksanaan Kanker Serviks. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Kumar V., Cotran RS., and Robbins SL. 2007. Robbins Basic Pathology 7th edition. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Markham K. 1988. Cara Mengidentifikasi Flavonoid. Penerbit Padmawinata. Bandung.

Rasjidi. 2007. Panduan Penatalaksanaan Kanker Ginekologi. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia (Journal of  Indonesian Medicinal Plant, p-ISSN : 1979-892X, e-ISSN : 2354-8797) is published by Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu.

Indexed by:

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Visitor number: View My Stats