TOKSISITAS SUBKRONIS KOMBINASI TEMULAWAK, KUNYIT DAN MENIRAN TERHADAP FUNGSI HEPAR DAN GINJAL TIKUS UJI

Nuning Rahmawati, Galuh Ratnawati

Abstract


Abstract

This experimental pharmacological research was aimed to prove the safety of combination infusion of Curcuma xanthorrhiza, Curcuma domestica and Phylanthus niruri against Sprague Dawley rats in order to support promotive as well as preventive program of Indonesia Health Ministry. Health Sprague Dawley rats be divided into 4 groups, (1 control and 3 treatment groups) each group consisted of 10 rats. Subchronic toxicity test done based on Perka BPOM no.7 of 2014. Histopathological of hepar, ren, limpha, gastric and pulmo as well as urea, creatinine, SGPT and SGOT levels be determined as toxicity parametres. In conclusion, the administration of combination infusion of Curcuma xanthorrhiza, Curcuma domestica and Phylanthus niruri up to dose of 2160 mg/kg bw for 90 days respectively considered to be safe against hepar and ren function of SD rats.

 

Abstrak

Penelitian farmakologi eksperimental ini bertujuan untuk memberikan data keamanan penggunaan ramuan infusa temulawak (Curcuma xanthorrhiza), kunyit (Curcuma domestica) dan meniran (Phylanthus niruri). Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya penguatan kesehatan secara promotif preventif melalui penyediaan data keamanan penggunaan ketiga tanaman tersebut dalam bentuk kombinasi. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok (1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan) yang masing-masing terdiri atas 10 ekor tikus (5 jantan dan 5 betina),  Uji toksisitas subkronis pada tikus SD dilakukan sesuai ketentuan Perka BPOM no. 7 tahun 2014. Histopatologi organ hepar, ginjal, jantung, paru, lambung dan limfa serta penetapan kadar urea, kreatinin, SGPT dan SGOT dilakukan pada semua kelompok uji. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian formula kombinasi rimpang temulawak, rimpang kunyit dan herba meniran sampai dengan dosis 2160 mg/kg bb berturut turut selama 90 hari aman terhadap fungsi hepar dan ginjal pada hewan uji.

 


Keywords


Curcuma xanthorrhiza, Curcuma domestica and Phylanthus niruri

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia (Journal of  Indonesian Medicinal Plant, p-ISSN : 1979-892X, e-ISSN : 2354-8797) is published by Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu.

Indexed by:

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Visitor number: View My Stats