Status Resistensi Vektor Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti) Terhadap Malathion di Kota Tomohon

Steven Jacub Soenjono, Suwarja Suwarja, Marlyn Magdalena Pandean

Abstract


Aedes aegypti as the main vector of dengue has proven resistant to many insecticides when contacted for a long time. This situation has caused a lot of problems in vector control programs in many countries. The purpose of this study was to determine the susceptibilityof Ae. aegypti to malathion (0.8%) in Rurukan, Tomohon City. The method used in this study was an observational descriptive. Samples for testing were Ae. aegypti mosquito first generation (F1), from the Laboratory Environmental Health Department, Poltekkes Manado, which obtained from egg survey of Ae. aegypti. Selection of the house for the installation of ovitrap was based on the village that has the highest number of cases inTomohon City. Ovitraps were placed inside and outside the house of dengue cases. The results showed that Ae. aegypti mosquito in Rurukan village, Tomohon City are resistant to malathion 0.8%.

Aedes aegypti adalah vektor utama demam berdarah, telah terbukti kebal terhadap berbagai insektisida ketika dikontakkan dalam waktu yang lama. Situasi ini menyebabkan banyak masalah dalam program pengendalian vektor di banyak negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status resistensi Aedes aegypti terhadap malathion (0,8%) di Rurukan Kota Tomohon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif observasional. Sampel uji adalah nyamuk Aedes aegypti generasi pertama (F1), hasil kolonisasi di Laboratorium Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Manado  yang diperoleh dari survei telur nyamuk Aedes aegypti menggunakan 100 ovitrap. Pemilihan rumah untuk pemasangan ovitrap dilakukan berdasarkan kelurahan dengan jumlah kasus tertinggi di Kota Tomohon, yang diletakkan pada rumah kasus DBD dan sekitar rumah kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Rurukan Kota Tomohon sudah resisten terhadap malathion 0,8%.


Keywords


Resistance, Aedes aegypti, Malathion, Tomohon

References


Kusriastuti R. Kebijakan Nasional Untuk Pengendalian Dengue Fever/Dengue Hemorrhagic Fever (DF/DHF). Jakarta; 2009.

Dinas Kesehatan Kota Tomohon. Laporan Kasus Demam Berdarah Dengue. Tomohon; 2016.

Ahmad, I. Adaptasi serangga dan dampaknya terhadap kehidupan manusia. Pidato ilmiah Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB). 2011.

Boewono, D.T., Widiarti. Susceptibility Of Dengue Haemorrhagic Fever Vector (Aedes aegypti) Against Organophosohate Insecticides (malathion and Temephos) In Some Distric of Yogyakarta and Central Java Provinces. Bul Penelit Kesehat. 2007;35(2):49-56.

Nusa, R., Ipa, M., Delia, T., Marlia S. Penentuan Status Resistensi Aedes aegypti dari Endemis DBD Di Kota Depok Terhadap Malation. Bul Penelit Kesehat. 2008;36(1):20-25.

Sinta., Sukowati, S., Asri F. Kerentanan Nyamuk Ae.aegypti di Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Bogor Terhadap Insektisida Malation dan Lambdacyhalothrin. J Ekol Kesehat. 2008;7(1):722-731

Prasetyowati H, Hendri J, Wahono T. Status Resistensi Aedes aegypti ( Linn .) terhadap Organofosfat di Tiga Kotamadya DKI Jakarta The Resistance Status of Aedes aegypti (Linn.) to Organophosphate in Three District Jakarta. BALABA. 2016;23–30.

Ikawati B, Widiastuti D. Peta status kerentanan Aedes aegypti ( Linn .) terhadap insektisida cypermethrin dan malathion di Jawa Tengah. ASPIRATOR. 2015;7(1):23–8

Widiastuti D, Ikawati B. Resistensi Malathion dan Aktivitas Enzim Esterase Pada Populasi Nyamuk Aedes aegypti di Kabupaten Pekalongan Malathion Resistance And Esterase Enzyme Activity Of Aedes aegypti Population In Pekalongan. BALABA. 2016;61–70.

Merty DK, Rusmartini T, Purbaningsih W. Resistensi Malathion 0,8% dan Temephos 1% pada Nyamuk Aedes aegypti Dewasa dan Larva di Kecamatan Buah Batu Kota Bandung. Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: 2460-657X. 2015. 149–53.

Lasbudi P. Ambarita, Yulian Taviv, Anif Budiyanto, Hotnida Sitorus, R. Irpan, Febriyanto. Tingkat Kerentanan Aedes aegypti ( Linn .) terhadap Malation di Provinsi Sumatera Selatan. Bul Penelit Kesehat. 2015;43(2):97–104.

Safitri. Pemetaan, Karakteristik Habitat Dan Status resistensi Aedes aegypti Di Kota Banjamasin Kalimantan Selatan. VEKTORA. 2011;III(2):136–48.

Tasane I. Uji resistensi malathion 0,8 % terhadap nyamuk Aedes aegypti di wilayah fogging Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Ambon. Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro, Kesehatan Masyarakat; 2015.

Lidia K, Levina E, Setianingrum S. Deteksi Dini Resistensi Nyamuk Aedes albopictus Terhadap Insektisida Organofosfat Di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue Di Palu (Sulawesi Tengah). MKM. 2008;03(02):105–10 .

Hidayati H, Nazni WA, Lee HL, Sofian-zirun

M. Insecticide resistance development in Aedes aegypti upon selection pressure with malathion.Trop Biomed. 2011;28(2):425–37.

Khan NU, Khan SU, Khan A, Rehman I ur, Khan S, Khan U. Susceptibility status of Dengue vector (Aedes aegypti) against different insecticides in district Mansehra, Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. J Entomol Zool Stud. 2016;4(5):1107–12.

Soenjono SJ. Status Kerentanan Nyamuk Aedes sp. (Diptera:Culicidae) Terhadap Malation Dan Aktivitas Enzim Esterase Non Spesifik Di Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandar Udara Sam Ratulangi manado. J Kesehat Lingkung. 2011;1(1):1-6.

Widiarti., Boewono, D.T., Widyastuti, U.M., Mujiono. Uji Biokimia Kerentanan Vektor Malaria Terhadap Insektisida Organofosfat dan Karbamat di Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Bul Penelit Kesehat. 2005;33(2):80-88

.

Widiarti., Suskamdani., Mujiono. Resistensi Vektor Malaria Terhadap Insektisida di Dusun Karyasari Tukatpule Pulau Bali dan Desa Lendang Ree dan Labuhan Haji Pulau Lombok. Media Penelit dan Pengembang Kesehat. 2009;XIX(3):154-164.

Sinta., Sukowati, S. Status Kerentanan Populasi Larva Aedes aegypti Terhadap Temephos Di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) Di DKI Jakarta. J Ekol Kesehat. 2007;6(1):540-548.

Muthusamy R, Shivakumar MS. Susceptibility status of Aedes aegypti (L.) (Diptera : Culicidae) to temephos from three districts of Tamil Nadu , India. J Vector Borne. 2015;52(June):159–65.

Ishak IH, Jaal Z, Ranson H, Wondji CS. Contrasting patterns of insecticide resistance and knockdown resistance (kdr) in the dengue vectors Aedes aegypti and Aedes albopictus from Malaysia. Parasit Vectors. 2015;8(181):1–13.

Grisales N, Poupardin R, Gomez S, Fonseca-gonzalez I, Ranson H, Lenhart A. Temephos Resistance in Aedes aegypti in Colombia Compromises Dengue Vector Control. PLoS Negl Trop Dis. 2013;7(9):1–10.

Leksono A. Perubahan Tingkat Toleransi Larva Aedes aegypti (L) (Diptera : Culicidae) Terhadap Malation Dengan Seleksi Delapan Generasi. JBPTITBPP, Cent Libr. 2007. http://digilib.itb.ac.id/.

Mantolu Y, Kustiati, Ambarningrum TB, Yusmalinar S, Ahmad I. Status dan perkembangan resistensi Aedes aegypti (Linnaeus) (Diptera: Culicidae) strain Bandung, Bogor, Makassar, Palu dan VCRU terhadap insektisida permetrin dengan seleksi lima generasi. J Entomol Indones. 2016;13(1):1–8.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Vektor Penyakit (p-issn: 1978-3647, e-issn: 2354-8835) is published by Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Donggala.
Indexing:


Visitor:

web
analytics
View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International LicenseArticles in the Jurnal Vektor Penyakit are Open Access articles under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license (CC BY-SA 4.0). These license permits use, distribution and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited and initial publication in this journal. In addition to that, users must provide a link to the license, indicate if changes are made and distribute using the same license as original if the original content has been remixed, transformed or built upon.