PENGARUH RADIASI SINAR GAMMA Co-60 TERHADAP STERILITAS DAN PERKEMBANGAN EMBRIO CULEX QUINQUEFASCIATUS

Riyani Setiyaningsih, Widiarti Widiarti, Bambang Heriyanto

Abstract


Abstrak
Teknik Serangga Mandul merupakan teknik pengendalian vektor yang ramah lingkungan dan spesifi target. Aplikasi Teknik Serangga Mandul dalam pengendalian Cx quinquefasciatus belum pernah dilakukan di Indonesia, sehingga perlu uji pendahuluan sebelum aplikasi ke alam. Penelitian bertujuan
menentukan dosis optimal iradiasi sinar gamma Co-60 yang dapat mensterilkan dan berpengaruh terhadap perkembangan embrio Culex quinquefasciatus. Pupa jantan diradiasi dengan sinar gamma pada dosis 50 Gy, 50 Gy, 60 Gy, dan 70 Gy. Radiasi di lakukan di BATAN Jakarta. Nyamuk jantan yang muncul dari pupa kemudian di kawinkan dengan betina normal. Hasil perkawinan diamati sterilitas telur dan perkembangan embrio. Hasil penelitian menunjukkan sinar gamma Co-60 dosis 40 Gy, 50 Gy, 60 Gy, dan 70 Gy menyebabkan sterilitas telur yang dihasilkan 20,919%, 48,995%, 89,48%, dan 100%.
Perlakuan dosis 40 Gy menghasilkan telur steril dengan 29,39% mengandung embrio dan 70,66% tidak mengandung embrio. Perlakuan dosis 50 Gy menghasilkan telur steril dengan 16,71% mengandung embrio dan 86,56% tidak mengandung embrio. Perlakuan dosis 60 Gy 9,35% telur steril mengandung
embrio dan 90,64% tidak mengandung embrio. Perlakukan dosis 70 Gy 100 % telur yang dihasilkan steril dan tidak mengandung embrio. Dosis optimal yang dapat mensterilkan dan berpengaruh terhadap perkembangan embrio Culex quinquefasciatus adalah dosis 70 Gy.

Kata kunci : Teknik Serangga Mandul, Culex quinquefasciatus dan sterilitas

Abstract
Sterile Insect Tecnique is a vector control techniques that are environmentally safe and specifi targets. SIT application in the control of Cx quinquefasciatus has never been done in Indonesia, so we need a preliminary test before application to the nature. The aim of the study are to determine the optimal dose of gamma Co-60 radiation to sterilize and effect develop of embrio Culex quinquefasciatus. Male pupae radiated with gamma rays at a dose of 50 Gy, 50 Gy, 60 Gy, and 70 Gy. Radiation conducted in BATAN Jakarta. Male mosquitoes emerging from the pupa then matting with a normal female. Eggs producing
from matting obserbed for the sterility and embryonic development. The result of the study showed that gamma Co-60 ray dose of 40 Gy, 50 Gy, 60 Gy, and 70 Gy caused sterility of eggs produced 20.919%, 48.995%, 89.48%, and 100%. At a dose of 40 Gy produced sterile eggs containing embryos with 29.39% and 70.66% does not contain an embryo. At a dose of 50 Gy produced sterile eggs containing embryos with 16.71% and 86.56% does not contain an embryo. At a dose of 60 Gy 9.35% sterile eggs containing embryos and 90.64% does not contain an embryo. Dose of 70 Gy 100% of eggs produced sterile and
does not contain an embryo. Thus, the optimal dose to sterilize and effect on embryo development Culex quinquefasciatus is a dose of 70 Gy.

Keywords : Sterile Insect Technique, Culex quinquefasciatus, Sterility


Keywords


Teknik Serangga Mandul, Culex quinquefasciatus dan sterilitas

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Media of Health Research & Development)Indexed on:

p-ISSN: 0853-9987
e-ISSN: 2338-3445
Published by: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Jalan Percetakan Negara No.29
Jakarta Pusat 10560
Indonesia



Visitor of MPK : View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Copyright©2016-Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan