Analisis Implementasi Kebijakan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Puskesmas Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK)

Gurendro Putro, Iram Barida

Abstract


The availability of health workers in the public health center (puskesmas) in underdeveloped,borders, and islands region (DTPK) areas is very diverse both in number and type. This studyaimed to analyze implementation of government policy towards the utilization of health humanresources based on competence and incentive in DTPK area. This research was cross sectionalstudy, the primary data was collected by interview to respondents and the secondary data was frompuskesmas reports and district health profiles. Research was conducted for 10 months startingfrom January to October 2011. This research was performed in 4 districts, which were Natuna,Nunukan, Sangihe Island, and Belu. The availability of the number and types of health personnelat DTPK health center were currently not in accordance to the ideal requirements of the Ministry ofHealth policy on the placement of health human resources at the DTPK health center. Competenceof health personnel at DTPK health center was still the basic competence of science accordingto the type of education. The placement of health personnel needs to obtain additional specialcompetencies tailored to the characteristics of the DTPK Puskesmas. The incentives of PTT healthworkers and special assigment is higher compare to the civil servant at DTPK area.

Abstrak

Ketersediaan tenaga kesehatan di puskesmas Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan(DTPK) sangat beragam baik jumlah dan jenisnya. Tujuan penelitian adalah menganalisisimplementasi kebijakan pemerintah berkaitan dengan penentuan standar sumber daya manusia(SDM) kesehatan berbasis kompetensi dan pemberian insentif tenaga kesehatan di puskesmasDTPK. Jenis penelitian cross sectional, pengumpulan data primer dengan wawancara kepadaresponden dan data sekunder dari laporan puskesmas dan profil kesehatan kabupaten. Waktupenelitian selama bulan Januari-Oktober 2011. Lokasi penelitian di Kabupaten Natuna, KabupatenNunukan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Belu. Ketersediaan jumlah dan jenistenaga kesehatan di puskesmas DTPK saat ini belum sesuai dengan syarat ideal kebijakanKementerian Kesehatan RI tentang penempatan SDM kesehatan di puskesmas DTPK. Kompetensitenaga kesehatan di puskesmas DTPK masih bersifat kompetensi dasar keilmuan sesuai jenispendidikan. Penempatan tenaga kesehatan perlu mendapatkan tambahan kompetensi khususyang disesuaikan dengan karakteristik di puskesmas DTPK. Insentif yang diterima petugaskesehatan PTT lebih tinggi dibandingkan dengan gaji yang diterima oleh petugas PNS Puskesmas.


Keywords


implementasi kebijakan; tenaga kesehatan; puskesmas DTPK

References


Indonesia. Amandemen Undang-undang Dasar RI Tahun 1945, Pasal 28H, Jakarta.

Indonesia. Undang-undang Nomor 39 tahun 2009 tentang Kesehatan, Jakarta. 2009.

Kementerian Kesehatan RI. Rencana Pengembangan Tenaga Kesehatan Tahun 2011-2025. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI;2011.

Lestari TP. Pelayanan kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan. Info Singkat. 2013;V(2). [internet]. Tersedia di: http://berkas.dpr.go.id /pengkajian/files/info_singkat. [Diakses tanggal 5 Mei 2017].

Asep [editor]. Pelayanan kesehatan di DTPK perlu perhatian khusus [internet]. Jakarta:Kompas. 2011. Tersedia di: https://lifestyle.

kompas.com/read/2011/10/25/16124316/Pelayanan.Kesehatan.di.DTPK.Perlu.Perhatian.Khusus. [Diakses tanggal 5 Mei 2017].

Departemen Kesehatan. Kepmenkes No.922/MENKES/SK/X/2008 tentang pedoman teknis pembagian urusan pemerintahan bidang

kesehatan antara pemerintah, pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2008.

Departemen Kesehatan. Kepmenkes No.1086/Menkes/SK/XI/2009 tentang pedoman pelaksanaan penugasan khusus SDM kesehatan

di puskesmas daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan. Jakarta: Departemen Kesehatan RI;2009.

Indonesia. Peraturan Pemerintah No.32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan, Lembaran Negara RI Tahun 1996 Nomor 49. Jakarta; 1996.

Departemen Kesehatan. Permenkes No.1231/MENKES/PER/XI/2007 tentang penugasan khusus sumber daya manusia kesehatan. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2007.

Departemen Kesehatan. Kepmenkes No. 1235/MENKES/SK/XII/2007 tentang pemberian insentif bagi SDM kesehatan yang melaksanakan penugasan khusus. Jakarta:Departemen Kesehatan RI; 2007.

Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. Pedoman puskesmas perawatan dan non perawatan di DTPK. Jakarta: Departemen Kesehatan; 2010.

Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna. Profil kesehatan. Natuna: Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna; 2010.

Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan. Profil Kesehatan. Nunukan: Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan; 2010.

Dinas Kesehatan Kabupaten Belu. Profil Kesehatan. Belu: Dinas Kesehatan Kabupaten Belu; 2010.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Profil Kesehatan. Sangihe: Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe; 2010.

Suharmiati, Handayani L, Kristiana L. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterjangkauan pelayanan kesehatan di puskesmas daerah terpencil, perbatasan di Kabupaten Sambas (Studi kasus di Puskesmas Sajingan Besar). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. Juli

;15(3):223-31.

Musadad DA, Sutaryo, Indrasanto D. Masalah kesehatan di daerah terpencil. Media Litbangkes. 1994;IV(1):7-11.

Oktarina, Budianto D, Putro G, Astuti WD, Laksmiarti T, Rahmawati T, et al. Studi kebijakan penentuan standart SDM kesehatan berbasis kompetensi di puskesmas spesifik daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) [laporan penelitian]. Surabaya: Badan Litbangkes RI; 2010.

Oktarina, Sugiharto M. Pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan penugasan khusus dan tenaga PTT di daerah terpencil, perbatasan,

dan kepulauan (DTPK) tahun 2010. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. Juli 2011;14(3):282-9.

Kementerian Kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.23 Tahun 2015 tentang penugasan khusus tenaga kesehatan berbasis

tim (team based) dalam mendukung program nusantara sehat. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2015.

Spencer LM, Spencer SM. Competence at work: models for superior performance. New York: John Wily&Son.Inc; 1993.

Hayati RN. Pengaruh pengetahuan, sikap dan motivasi terhadap minat bidan mengikuti uji kompetensi di Kota Semarang [tesis].

Semarang: Program Pascasarjana Universitas Diponegoro; 2007.

Kementerian Kesehatan. Kepmenkes No.156/Menkes/SK/I/2010 tentang pemberian insentif bagi tenaga kesehatan dalam rangka

penugasan khusus di puskesmas daerah tertinggal perbatasan, dan kepulauan. Jakarta:Kementerian Kesehatan RI; 2010.

Suharmiati, Laksono AD, Astuti WD. Review kebijakan tentang pelayanan kesehatan puskesmas di daerah terpencil perbatasan,

Buletin Penelitian Kesehatan. April 2013;16(2):100-16.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Media of Health Research & Development)Indexed on:

p-ISSN: 0853-9987
e-ISSN: 2338-3445
Published by: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Jalan Percetakan Negara No.29
Jakarta Pusat 10560
Indonesia



Visitor of MPK : View My Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Copyright©2016-Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan