HUBUNGAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI DENGAN KADAR HAEMOGLOBIN

Ugi Sugiarsih, Wariyah Wariyah

HUBUNGAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI DENGAN KADAR HAEMOGLOBIN

Abstract


Pendahuluan: Persentase wanita hamil anemia dari keluarga miskin terus meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan (8% trimester I, 12% trimester II dan 29 % pada trimester III). Prevalensi ibu hamil dengan anemia di Jawa Barat 51,7 persen.

Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat sosial ekonomi dengan kadar haemoglobin pada ibu hamil di Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang.

Metode:Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel adalah ibu hamil usia khamilan 36-40 minggu sebanyak 97 responden, yang terpilih melalui random sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat, bivariat dan multivariat.

Hasil: Ibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 54,6 persen dan yang tidak mengalami anemia sebanyak 45,4 persen. Hasil analisa bivariat dari 4 variabel yang diteliti semuanya tidak ada hubungan yang bermakna dengan nilai p>0,05.

Kesimpulan: Status ekonomi tidak terbukti mempengaruhi keadaan haemoglobin pada ibu hamil. Disarankan kepada petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan kepada ibu hamil tentang cara mengkonsumsi Fe dengan benar dan teratur serta memberikan penyuluhan tentang makanan yang baik untuk ibu hamil.

Kata kunci: Tingkat sosial ekonomi, kadar haemoglobin

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Kesehatan Reproduksi (p-ISSN: 2087-703X, e-ISSN: 2354-8762) indexed by: