GAMBARAN PERILAKU WANITA DALAM PENGGUNAAN KONTRASEPSI STRERILISASI WANITA DI PAMULANG, KOTA TANGERANG SELATAN

Mizna Sabilla, Iram Barida Maisya

Abstract


Background: TFR in Indonesia since 2002 stagnanted at 2.6. CPR trends Indonesia are increasing but most short term family planning methods. The use of female sterilization contraception in Indonesia is only 2.3%. The female sterilization in Banten province is ranked lowest in Java.

Objective: to obtain a description of the user behaviour of sterilization contraception

Methods: The design of this study was a RAP (Rapid Assessment Procedure). The informant were 12  wife EFA who used and did not use female sterilization and 14 key informants. Data collection used in-depth interviews and document review. Data is analyzed with content analysis.

Result: Behaviour of contraceptive use of female sterilization in Puskesmas Pamulang working area due to medical indication. Support factors include better knowledge, confidence in contraceptive use, positive attitudes and perception of pregnancy risk. Enabling factors include service availability of services and distance perceptions to contraceptive services do not affect contraceptive use, and the cost is affordable and they have access to good information. Reinforcing factors include husband support and advice from doctors.

Conclusion: Behaviour of contraceptive use of female sterilization in Puskesmas Pamulang working area due to medical indication. Supporting factors are knowledge, attitude, perception of pregnancy risk, belief, and husband support. Inhibiting factors are expensive cost perception, lack of access to information and lack of support of health workers (PLKB and Midwife).

 


Keywords


Female Sterilization, Family Planning, Contraception

References


Kemenkes RI. Infodatin: Situasi dan Analisis Keluarga Berencana. 2014. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.

BPS. Survey Demografi dan Kesehata Indonesia 2012. 2013.

Muhammad Fahri, Dampak Ledakan Penduduk di Indonesia dan Solusinya. 2014. Dari http://www.kompasiana.com pada 19 Agustus 2015

Kemenkes RI. Rencana Aksi Nasional Pelayanan Keluarga Berencana Tahun 2014-2015. Direktorat Jendral Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.

Balitbangkes. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013.

BKKBN. Profil Hasil Pendataan Keluarga Tahun 2013.

Andria. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pasangan Usia Subur (PUS) Tidak Menggunakan Alat Kontrasepsi Di Dusun II Desa Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. 2013. Jurnal Maternity and Neonatal. 1 (2).

Hanafi Hartanto. Keluarga Berencana Dan Kontrasepsi. 2004. Pustaka Sinar Harapan

Dinkes Propinsi Banten. Profil Kesehatan Propinsi Banten Tahun 2012. Diunduh dari http://www.depkes.go.id pada 5 Agustus 2015

Puskesmas Pamulang. Profil Puskesmas Pamulang Tahun 2014

Nevin Scrimshaw dan Gary Gleason. Rapid Assesment Procedures - Qualitative Methodologies for Planning and Evaluation of Health Related Programmes. 1992. INDFC.

Sudarti Kresno, dkk. Aplikasi Kualitatif dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular. 1999. FKM UI dan Depkes RI.

Dwiana Rahmania. Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Kontrasepsi Metode Operatif Wanita (MOW) pada Akseptor Keluarga Berencana (KB) di Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo Ungaran. 2014.

Green & Kreuter. Health Education Planning : A Diagnostic Approach. Mayfield Publish Company. 1980.

Herlinawati, dkk. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemakaian Kontrasepsi Tubektomi pada Wanita Pasangan Usia Subur di RSUD Dr Pirngadi Medan Tahun 2012. Medan: Universitas Sumatra Utara. 2012

Much. Umar Faozi. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Tubektomi Pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kabupaten Purbalingga. Tesis. Universitas Gadjah Mada diakses dari http://etd.repository.ugm.ac.id 2001.

WHO. Ragam Metode Kontrasepsi. EGC. 2007.

Kustriyanti, dkk. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Ngesrep Kelurahan Ngesrep Kecamatan Banyumanik Semarang. Stikes Widya Husada Semarang. Diunduh dari http://jurnal.unimus.ac.id pada 5 Oktober 2015. 2013.

Jane T Bertrand. Audience Research for Improving Family Planning Communication Programs. Community and Family Study Center. University of Chicago. Chicago: 1980.

MUI Provinsi DKI Jakarta. Fatwa Seputar Vasektomi dan Tubektomi. 2014. Tersedia di http://www.muidkijakarta.or.id pada 5 Oktober 2015.

Junita Tatarini Purba. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemakaian Alat Kontrasepsi Pada Istri PUS Di Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2008. Tesis. Medan: USU. 2009.

Permenkes No 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional

Permenkes No 59 Tahun 2014 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan

BKKBN. Analisa Lanjut SDKI 2007 tentang Faktor Yang Mempengaruhi Pemakaian Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). 2009. Penerbit KB dan Kesehatan Reproduksi.

Sumiyati. Hubungan Peran Suami dengan Istri Sebagai Akseptor Mantap. Jurnal Midpro, 6 (2). 2014.

Abdul Bari Saifuddin, dkk. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Edisi 2. 2006. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Kesehatan Reproduksi (p-ISSN: 2087-703X, e-ISSN: 2354-8762) indexed by: